Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Desember 2015

guru pahlawan tanpa tanda jasa
Saudara yang saya hormati, dalam tulisan ini saya akan menulis tentang sesuatu yang sudah menjadi rahasia umum. Yaitu suatu pekerjaan yang biasanya dikenal dengan julukan “pahlawan tanpa tanda jasa”. Julukan ini biasanya disandangkan pada guru.

Sebelumnya saudara tahu pa tidak, apasih yang dinamakan guru itu? Guru adalah seseorang yang mengajarkan sesuatu kepada orang lain, entah itu tentang hal hal umum sampai semua hal yang ada didunia pendidikan. Tapi yang sekarang terjadi adalah kata guru sedang mengalami penyempitan makna. 

Yang diketahui banyak orang tentang guru yaitu “guru itu seseorang yang lulus S1, bekerja dibidang pendidik, yang memakai seragam keki dan memakai sepatu pantopel, terus berangkat jam 7 pagi dan pulang jam 2 siang”. Padahal kan tidak harus seperti itu. 
Tidak hanya di dalam dunia pendidikan formal, bahkan bisa kita temui sosok guru dibidang pendidikan non formal, contohnya di pesantren biasa disebut Ustad, di jamaah yasin biasa disebut mubalig, terus di dalam khotbah disebut khotib. 

Saya pernah ngobrol dengan seseorang, dia saya panggil bu guru, yang pasti dia itu perempuan. Tapi disaat saya panggil bu guru, dia menjawab “saya bukan bu guru”. Saya kaget, padahal dia kan punya seorang adik, yang pasti dia kan pernah mengajarkan sesuatu kepada adiknya. Kemudian saya jawab “Guru adalah seseorang yang mengajarkan sesuatu kepada orang lain, apakah tidak bisa dikatakan guru apabila ada seseorang mengajarkan sesuatu meskipun Cuma satu huruf, meskipun kepada adiknya sendiri?”. Terus dia menjawab,”iya pak saya kliru”. 

Dari kejadian tersebut saya mau mengajak kepada saudara saudara pembaca, marilah kita beranggapan bahwa semua orang bisa menjadi guru, meskipun tidak lulusan sarjana. Karena definisi pendidikan adalah membantu manusia untuk manjadi manusia. Selagi orang bisa mengajarkan sesuatu yang sifatnya memmbantu untuk manjadi manusia, maka orang tersebut bisa disebut guru. Dan guru seperti inilah yang seharusnya diberi gelar PAHLAWAN TANPA TANDA JASA.

Guru Memang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

at 06.28  |  No comments

guru pahlawan tanpa tanda jasa
Saudara yang saya hormati, dalam tulisan ini saya akan menulis tentang sesuatu yang sudah menjadi rahasia umum. Yaitu suatu pekerjaan yang biasanya dikenal dengan julukan “pahlawan tanpa tanda jasa”. Julukan ini biasanya disandangkan pada guru.

Sebelumnya saudara tahu pa tidak, apasih yang dinamakan guru itu? Guru adalah seseorang yang mengajarkan sesuatu kepada orang lain, entah itu tentang hal hal umum sampai semua hal yang ada didunia pendidikan. Tapi yang sekarang terjadi adalah kata guru sedang mengalami penyempitan makna. 

Yang diketahui banyak orang tentang guru yaitu “guru itu seseorang yang lulus S1, bekerja dibidang pendidik, yang memakai seragam keki dan memakai sepatu pantopel, terus berangkat jam 7 pagi dan pulang jam 2 siang”. Padahal kan tidak harus seperti itu. 
Tidak hanya di dalam dunia pendidikan formal, bahkan bisa kita temui sosok guru dibidang pendidikan non formal, contohnya di pesantren biasa disebut Ustad, di jamaah yasin biasa disebut mubalig, terus di dalam khotbah disebut khotib. 

Saya pernah ngobrol dengan seseorang, dia saya panggil bu guru, yang pasti dia itu perempuan. Tapi disaat saya panggil bu guru, dia menjawab “saya bukan bu guru”. Saya kaget, padahal dia kan punya seorang adik, yang pasti dia kan pernah mengajarkan sesuatu kepada adiknya. Kemudian saya jawab “Guru adalah seseorang yang mengajarkan sesuatu kepada orang lain, apakah tidak bisa dikatakan guru apabila ada seseorang mengajarkan sesuatu meskipun Cuma satu huruf, meskipun kepada adiknya sendiri?”. Terus dia menjawab,”iya pak saya kliru”. 

Dari kejadian tersebut saya mau mengajak kepada saudara saudara pembaca, marilah kita beranggapan bahwa semua orang bisa menjadi guru, meskipun tidak lulusan sarjana. Karena definisi pendidikan adalah membantu manusia untuk manjadi manusia. Selagi orang bisa mengajarkan sesuatu yang sifatnya memmbantu untuk manjadi manusia, maka orang tersebut bisa disebut guru. Dan guru seperti inilah yang seharusnya diberi gelar PAHLAWAN TANPA TANDA JASA.

Read More

Sabtu, 31 Oktober 2015

DIJULUKI AUTIS

      Saat ini tepatnya tanggal 1 November 2015, saya masih semester 3 di STAI DIPONEGORO TULUNGAGUNG, saya ingin menceritakan kejadian yang mana saya mendapat julukan yang unik.

         Kejadiannya ketika jam mata kuliah psikologi belajar yang dibimbing oleh dosen yang sepesial yaitu Hj.YUNIS HIDAYATI M.Ag. saat diskusi sedang berlangsung saya hanya diam memperhatikan materi yang disampaikan teman saya tanpa berani bertanya, maklumlah saya adalah tipe orang yang pemalu. Saat diskusi berlangsung teman teman saya sibuk mendebatkan permasalahan perkembangan anak autis, Karena debat tidak menemui solusi hingga jam mata kuliah hampir habis, maka bu Yunis meluruskan masalah dan menjelaskan bahwa: ”anak autis memang kadang dikenal dengan anak yang mempunyai kelainan tetapi justru anak autis adalah anak yang mempunyai aqiu diatas rata rata anak normal yang menyebabkan anak tersebut sulit diam didalam tingkah lakunya, bahkan yang bisa disebut hebat adalah anak autis mampu menguasai lebih dari satu ketrampilan, bahkan kalau bisa difokuskan dalam satu ketrampilan maka akan lebih hebat dari manusia normal pada umumnya”. Mendengar penjelasan tersebut menimbulkan pertanyaan didalam pikiran saya, lalu saya bertanya: “ bu apakah orang normal bisa belajar menjadi autis?” serentak satu kelas tertawa , dan kemudian saya melanjutkan pertanyaan saya: “ kan autis itu lebih hebat dari manusia normal !”. Kemudian bu Yunis menjawab: “autis itu bawaan dari lahir jadi tidak bisa dipelajari”.

                 Karena kejadian itulah teman teman saya menjuluki saya anak autis. Saya tidak marah kok karena saya fikir autis itu lebih hebat dibanding manusia normal dan kalau dimaknai kelainan dan kekurangan saya juga tidak marah, sebab saya memang masih mempunyai banyak kekurangan.


Tulungagung 1 November 2015

Ditulis oleh: Alimin

JULUKAN AUTIS TIDAK BURUK DIKALANGAN PELAJAR

at 21.02  |  2 comments

DIJULUKI AUTIS

      Saat ini tepatnya tanggal 1 November 2015, saya masih semester 3 di STAI DIPONEGORO TULUNGAGUNG, saya ingin menceritakan kejadian yang mana saya mendapat julukan yang unik.

         Kejadiannya ketika jam mata kuliah psikologi belajar yang dibimbing oleh dosen yang sepesial yaitu Hj.YUNIS HIDAYATI M.Ag. saat diskusi sedang berlangsung saya hanya diam memperhatikan materi yang disampaikan teman saya tanpa berani bertanya, maklumlah saya adalah tipe orang yang pemalu. Saat diskusi berlangsung teman teman saya sibuk mendebatkan permasalahan perkembangan anak autis, Karena debat tidak menemui solusi hingga jam mata kuliah hampir habis, maka bu Yunis meluruskan masalah dan menjelaskan bahwa: ”anak autis memang kadang dikenal dengan anak yang mempunyai kelainan tetapi justru anak autis adalah anak yang mempunyai aqiu diatas rata rata anak normal yang menyebabkan anak tersebut sulit diam didalam tingkah lakunya, bahkan yang bisa disebut hebat adalah anak autis mampu menguasai lebih dari satu ketrampilan, bahkan kalau bisa difokuskan dalam satu ketrampilan maka akan lebih hebat dari manusia normal pada umumnya”. Mendengar penjelasan tersebut menimbulkan pertanyaan didalam pikiran saya, lalu saya bertanya: “ bu apakah orang normal bisa belajar menjadi autis?” serentak satu kelas tertawa , dan kemudian saya melanjutkan pertanyaan saya: “ kan autis itu lebih hebat dari manusia normal !”. Kemudian bu Yunis menjawab: “autis itu bawaan dari lahir jadi tidak bisa dipelajari”.

                 Karena kejadian itulah teman teman saya menjuluki saya anak autis. Saya tidak marah kok karena saya fikir autis itu lebih hebat dibanding manusia normal dan kalau dimaknai kelainan dan kekurangan saya juga tidak marah, sebab saya memang masih mempunyai banyak kekurangan.


Tulungagung 1 November 2015

Ditulis oleh: Alimin

Read More

Labels

© 2013 Assanany GO. Woo Themes converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.